Beranda Hukrim Inilah Hasil Investigasi Pansus Kemanusiaan Terkait Kasus Penembakan Pendeta Yeremias Zanambani

Inilah Hasil Investigasi Pansus Kemanusiaan Terkait Kasus Penembakan Pendeta Yeremias Zanambani

JAYAPURA-Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) telah rampung mengumpulkan data terkait penembakan Pendeta Yeremias Zanambani yang terjadi di Intan Jaya beberapa waktu lalu.
Dari data yang berhasil dikumpulkan Pansus Kemanusiaan DPRP, mendapat banyak cerita atau kesaksian yang diutarakan oleh para saksi yang mereka temui diantaranya, istri (Alm) Pendeta Yeremias Zanambani dan beberapa warga.
Anggota Pansus Kemanusiaan, Paskalis Letsoin menceritakan dari pengakuan para saksi yang mereka temui langsung, Pendeta Yeremias Zanambani memang benar meninggal dunia karena ditembak. Dan pelakunya merupakan oknum anggota TNI.
Lanjut Paskalis Letsoin, Pendeta Yeremias Zanambani ditembak di tangan kiri. Selain itu, di leher belakang Pendeta Yeremias Zanambani terdapat luka.
“Korban ini tidak langsung meninggal dunia. Pendeta Yeremias Zanambani meninggal dunia pukul 24.00 WIT di kandang babi,” kata Paskalis saat memberikan keterangan pers di Kotaraja, Jumat (9/10).
Lebih lanjut Paskalis menceritakan bagaimana para saksi yang mereka temui itu mengetahui pelaku penembakan Pendeta Yeremias Zanambani adalah oknum anggota TNI.
Sebelum kejadian penembakan itu, istri (Alm) Pendeta Yeremias Zanambani, bertemu dengan sekelompok anggota TNI. Pada saat itu, istri (Alm) Pendeta Yeremias Zanambani sangat ketakutan bahkan hampir kencing celana.
“Dari sekelompok anggota TNI itu, istri almarhum ada mengenal salah satunya bahkan sudah diangkat jadi anak,” tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut salah satu oknum anggota TNI menanyakan kepada istri Pendeta Yeremias Zanambani ada siapa di atas. Istri almarhum pun menjawab bapak.
“Sebelum meninggal dunia Pendeta Yeremias Zanambani sempat memberitahukan nama pelaku yang menembak dirinya ke istrinya dan dua orang warga,” bebernya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Pansus Kemanusiaan DPRP, Namantus Gwijangge mengatakan akan terus bekerja dalam setiap masalah.
“Fokus kami pada kemanusiaan dan warga sipil di Papua. Agar bagaimana kami memberikan jaminan hukum kepada mereka, dan juga memberikan mereka jaminan hidup,” tandasnya.(nik)

Print Friendly, PDF & Email

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Pendidikan tidak berjalan harus ada solusi

JAYAPURA- Dampak dari konflik di Intan jaya, pendidikan di Hitadipa sudah dua tahun tidak berjalan, 320 siswa SD dan SMP sekolah satu atap YPPGI...

Api Hanguskan Seisi Rumah di Argapura Pantai

JAYAPURA-Rumah milik Yakonias Pedai (51) yang terletak di Argapura Pantai Cerewet, Distrik Jayapura Selatan dilahap sijago merah, Sabtu (27/2) siang. Api menghanguskan barang-barang dalam rumah....

Sejak 2016, Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Distrik Silimo Tidak Berjalan

DEKAI-Lantaran tidak pernah dibuka pintu gedung sejak dibangun tahun 2016 silam, aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Distrik Silimo, Kabupaten Yahukimo tidak berjalan.  Habel Matuan, salah...

Hingga 2022, Wilayah 3T Papua Semua akan dilayani 4G/LTE

JAYAPURA-Telkomsel berkomitmen untuk secara konsisten meneruskan pemerataan akses infrastruktur dan kualitas broadband terdepan 4G/LTE di seluruh Indonesia sepanjang 2021 ini.  Fokus pengembangan jaringan yang dilakukan Telkomsel di...

Komentar Terbaru

Print Friendly, PDF & Email
error: Content is protected !!